you're in Ngelmuiku.blogspot.com | you are allowed to access the information here as you pleased and do not forget to leave a comment. thank you for visiting
Showing posts with label poems. Show all posts
Showing posts with label poems. Show all posts

Tuesday, June 7, 2011

Kisah si ulat bulu

Satu kuncup malu malu
Tetap dinanti
Hingga waktu berganti
Tetap menanti
Apalah arti dari penantian ini
Hingga datang sang lebah madu
Mengganti jasa
Menutup nurani
Membuat gempar seisi kebun
Kau mekar, manis
Cantik tapi pahit
Sakit
Si ulat pergi sadar diri
tinggal sang lebah pengganti diri

mawar tadi berdiri beranjak
sang lebah pun berdiri beranjak
bersatu, bergandeng jiwa
sakit
si ulat menjauh sadar diri
tinggal sang lebah pengganti diri

tertawa melihat mereka suka
menangis melihat mereka duka
si ulat berpikir sejenak
sejenak hingga hari dinanti
timbul tenggelam menyeruak hidup asing
Sama
hanya mawar dan sang lebah

Mencoba menapak kehidupan
mawar tertarik
tinggalah sang lebah sendiri
Sayang mawar tak lama lagi

Sebuah Tragedi

sunyi di sini
menatap langit senja
sunyi di sini
ditemani jangkrik sunyi
daun pun berdiam diri
sepi

kuraba kurasa
tak ada apa
ku buka mata
sama
hanya jangkrik sunyi

kuraba kurasa
ada yang beda
kubuka mata
tak ada dia
jangkrik sunyi
ahh..terlalu biasa

kukepakkan sayap muda melompat tinggi
kulihat burung bercengkrama
tapi apa daya
terserak kaki kecil milik jangkrik sunyi

begitu cepatkah?
mengapa bukan aku?
karena kau belum terpilih
nanti
mungkin
suara mistis berbisik
sunyi

Sang Seniman

seperti seorang seniman
akan merasa senang jika
orang lain mengagumi akan seninya
begitu juga jiwaku ini
seperti seorang seniman
memang seniman

sang seniman yang menemukan
cahaya hidup penggerak jiwa
tak kuasa menatap
sosok berparas kompleks
di depan mata

tapi apa daya
jika sosok tadi melewatiku
tertuju sebuah karya seni, indah
melebihiku tapi itu jiwaku
lukisan diri
terpaku di pilar
tinggi

sudah biasa seperti ini
dicampakan
memang seorang seniman
harus rela hati dibagi

Ilusi

kurasa beda
dalam hening senja kumenanti
menanti mentari yang tak kunjung pergi
sepi tak ada arti

kurasa beda
memang ada yang beda
karena kau menitihkan air mata
di depan raga tak berpaling ini
bimbang, kau tahu

kurasa beda
kau memang berbeda
tapi mengapa?

didepan rembulan ku temukan jawabnya
atas semua keraguanku
kau bukan kau nyata
hanya bayang lalu

tepat disini bersama sepi
kutemukan tapakmu lalu