you're in Ngelmuiku.blogspot.com | you are allowed to access the information here as you pleased and do not forget to leave a comment. thank you for visiting

Thursday, September 2, 2010

Mencoba Lari

Oleh : Rizka Nugrahani

Nampak matahari sudah ingin kembali menyinari belahan bumi lain. Langit yang berwarna kuning kemerahan dan sepoi angin hangat membuatku melangkahkan kaki keluar untuk menikmati indahnya pemandangan langit sore hari. Sambil memandangi bunga-bungaan di halaman rumahku tak sengaja kudengar suara orang yang sedang kebakaran jenggot disusul dengan bunyi bantingan gayung di pintu rumah tetangga depan. Aku sontak kaget melihat sesosok gadis berusia sekitar 13 tahun keluar dari rumah itu dengan muka sembab menuju kearah tempatku berada. Ah, seperti biasanya, pikirku.
“Sabar, Rum. Aku yakin pasti mereka melakukan ini karena mereka sangat peduli kepadamu. Dan kamu harus lebih dewasa. Selesaikan masalah dengan tidak memicu masalah lain.”
“Sebenarnya ini masalah sepele, Cik. Aku berusaha untuk jujur tapi malah ini yang aku dapat.” Suaranya berfusi dengan isak tangisnya membuatku agak sulit untuk mendengarkan.
“Aku tahu…Kamu boleh di sini sampai perasaanmu lebih baik. Sebentar…” kataku seraya meninggalkan Arum sendiri di kursi depan.
Aku kembali dengan dua cangkir cokelat panas dan sebungkus roti gandum, untukku dan tentu saja untuk Arum. Suguhan ini merupakan obat penawar hati paling ampuh yang sering kupakai disaat aku sedang dilanda masalah. Aku seorang yang cenderung mencari solusi dengan kepala dingin tanpa linangan air mata setetes pun. Dan memang manjur, ia lebih bisa mengontrol emosinya setelah menyantap suguhanku itu. Isak tangis darinya juga sedikit memudar.
Arum memang selalu diperlakukan seperti itu jika ibunya sedang dalam keadaan yang tidak stabil. Biasanya pemicu kemarahannya karena harta di kantongnya mulai menipis bahkan tak bersisa sama sekali. Saat itulah sebagai keluarga yang peduli kepada lingkungan sekitar, kami membantunya semampu kami karena bisa dibilang keadaan ekonomi kami juga pas- pasan. Ibunya tentu sangat senang dengan perlikaku kami sekeluarga. Saat- saat itulah Arum sekeluarga mulai memiliki sebuah ikatan antartetangga yang sangat baik dengan keluargaku.
Arum sering datang ke rumahku hanya sekedar mengobrol ria. Aku juga senang akan hal itu. Arum anak yang cukup cantik menurutku. Ia juga dapat mengerti perasaan orang yang lebih tua darinya. Tapi itu dulu. Sekarang Arum jarang sekali berkunjung karena kesibukanku juga, kupikir. Setiap kulihat ia duduk di depan rumahnya, ia tampak murung. Mungkin karena ia sedikit terganggu dengan keberadaan bapak baru yang memasuki kehidupannya 3 tahun yang lampau.
Ia mulai tampak frustasi. Tingkah lakunya mulai berubah ketika ia duduk di bangku SMP. Pergaulannya tidak terkontrol. Mungkin itu yang membuat bapaknya sedikit protektif terhadapnya. Apalagi setelah kelahiran Tama, perhatian kedua orang tuanya itu perlahan-lahan hilang karena terbagi dengan adik barunya. Arum lebih senang jika ia berada di sekolah dibanding di rumah.
Setidaknya bapak barunya pernah cerita hal yang sebenarnya kepada ayahku dan tidak sengaja aku mendengar pembicaraan itu.
“Arum sekarang tidak mau belajar kalau di rumah. Kalau saya suruh belajar pasti membangkang dengan sejuta alasan. Tapi jika saya gertak sedikit pasti ia mengadu pada ibunya. Ibunya sekarang juga lebih percaya padanya dari pada dengan saya, Pak. Hanya mungkin karena saya kehilangan pekerjaan dan tidak mampu menafkahi mereka.”
“Kalau ibunya sendiri masih kerja?”
“Masih. Ia masih kerja di percetakan. Bayarannya juga tidak banyak, sekitar tiga ratus ribu rupiah setiap bulannya. Ia sekarang juga melarang saya berkunjung ke tempat Bapak karena ia tahu bapak sedang diberi cobaan oleh Allah dan ia takut kalau keluarga kami terkena imbasnya. Jadi mohon maaf apabila sekarang kita jarang mengobrol bertukar pikiran seperti saat ini.”
“Hmm, aku memaklumi. Aku memang seorang pengangguran sekarang. Mungkin istrimu tidak ingin kamu bergaul dengan orang tak berpenghasilan sepertiku ini.”
“Mohon tolong maafkan saya, Pak. Saya tidak bermaksud…”
Setelah mendengar cerita dari bapak Arum itu aku sedikit merasa ragu untuk berbuat baik pada keluarga Arum karena tahu persis perbuatan ibunya yang sangat mengena di hati.
Di tahun kedua di SMP, perilaku Arum semakin memprihatinkan. Ia berhias saat ke sekolah, rambutnya di cat blue black . Benar- benar diluar kendali. Aku yang sudah duduk di bangku SMA kelas 3 saja tidak suka berhias jika ke sekolah. Sungguh. Aku juga pernah mendapatinya sedang menerima telepon dari seorang laki- laki di depan pagar rumahnya sekitar pukul 22.00 WIB. Dapat dipastikan ia sedang menghindari amukan orang tuanya dan menjaga kerahasiaanya. Aku lihat ia sangat senang menerima telepon itu. Dimasa puber ia pasti sangatlah senang jika mendapat perhatian dari seorang laki- laki, sama sepertiku.
Aku khawatir padanya. Cara ia bergaul membuatku merinding. Susah digambarkan dengan untaian kata. Aku khawatir jika ia sudah berani mengonsumsi obat- obatan. Aku benar- benar khawatir. Dan untuk meredamnya aku berhenti untuk mempedulikannya. Aku hanya fokus pada sekolahku. Saat tidak sengaja aku melihat Arum pergi keluar rumah bersama teman- temannya dengan pakaian yang tidak pantas untuk seumurannya aku alihkan pandanganku kembali ke buku pelajaranku.
Suatu hari aku mendengar kabar yang tidak mengenakkan dari mulut- mulut tetangga tentang si Arum ini.
“Arum sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Ke mana dia? Kabarnya HPnya juga tidak bisa dihubungi.”
“Benarkah seperti itu? Ke mana kamu Arum?” kataku pelan.
“Ibu mau mengantar ibunya Arum dulu ya, Dik. Ke kantor polisi untuk lapor.”
“Sebegitu seriuskah?”
Empat hari berlalu. Arum belum juga pulang ke rumah. Aku juga kebingungan. Ingin membantu tapi tidak tahu caranya. Aku pasrah saja dengan Allah dan aparat kepolisian. Bapaknya tiba- tiba datang ke rumahku dan sepertinya ingin mencurahkan hati.
“Beberapa hari yang lalu saya memergoki Arum sedang SMSan dengan seseorang yang tidak saya kenal sampai tengah malam. Sampai jam satu pagi. Saya hendak memeringatkannya tapi tiba- tiba ibunya datang dan menuduhku ingin menggeremet Arum. Pembelaan itu mungkin membuatnya besar kepala. Dan sampai saat ini kehilangannya selalu menjadi kesalahanku di mata sang ibu. Saya bingung mencarinya. HPnya saja tidak aktif.”
Spontan kukeluarkan HP ku dari saku dan segera mencoba mengirimkan pesan kepada Arum. Terkirim! Aku terkejut karena pesanku terkirim yang menandakan HPnya masih aktif. Segera kutelepon dia tapi mendadak nonaktif lagi.
Ada salah seorang temannya tahu kalau Arum pergi bersama dua orang pria saat Arum menolaknya mentah- mentah untuk pulang bersama. Dua orang tadi adalah pengamen di salah satu pasar di kotaku, Semarang. Ia juga berkata bahwa Arum pernah mengiriminya pesan bahwa ia sedang berada di Pekalongan. Lalu hari berikutnya ia berada di Solo. Tapi sekarang entah di mana posisinya. Kabar kehilangannya sudah muncul di sebuah TV lokal Semarang. Aku berharap aparat mengetahui keberadaannya.
Sudah genap seminggu Arum menghilang. Akupun juga tidak terlalu ambil pusing kepergiannya karena sudah ada polisi yang bertindak. Ku percayakan saja pada mereka. Saat hendak memakai sepatu sekolah, aku melihat Arum kembali ke rumahnya masih memakai seragam sekolahnya terakhir kali meninggalkan rumah. Rasa tak percaya memenuhi batinku. Ingin kuhampiri namun masih terpikir olehku mata pelajaran hari itu.
“Syukur alhamdullillah !”
“Iya, Dik. Nanti sepulang sekolah kamu boleh menjenguknya tapi jangan bertanya yang aneh- aneh dulu.”
Ibuku mengantarku ke sekolah. Aku masih tidak percaya akan kejadian hari itu. Apa yang membuatnya mau kembali sedangkan ia selalu diperlakukan setengah hati? etapi semoga kembalinya Arum di rumah mendapat sambutan baik dari keluarganya.

“Lakukan apa yang ingin kamu lakukan asalkan semuanya bertuju pada kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.”

Monday, May 11, 2009

Question Answers


Q: Kamu kok bisa kayak gini (desain) gimana ceritanya?
A: Hemm..di SMA pernah diajarin kok beginian (photoshop) trus karena emang tertarik sama niat desain, cari-cari deh tutorial di internet. belajar sendiri gitu.

Q: Pernah les desain gak?
A: Pernah dong buat cari pengalaman. di situ karena aku udah bisa make photoshop, jadi aku konsen corel nya aja.

Q: pernah merasa stres gak waktu ada clien yang mintanya aneh-aneh?
A: kalo minta aneh-aneh sih alhamdullillah belom ada karena aku cenderung memberi saran daripada mengikuti mau clien hehe... Sempet stres berat waktu satu desain musti bolak-balik revisi hampir 10 kali and that was not my fault.

Q: Sebenernya ada latar belakang desain gak sih?
A: Wahh gak ngerti ya. ayah sih bisa nggambar dan dari kecil aku memang seneng nggambar juga. sering ikut lomba gambar sama mewarnai waktu TK-SD. terus SMP udah mulai otak-atik komputer sendiri gambar pake 'paint' terus bikin background buat powerpoint hehehe..nah lanjut waktu pengumpulan foto katalog. temen sekelas aku pada minta editin gitu. dari situ aku terpaksa buka internet cari tau pake photoshop 7 (masih punya yang ini). trus pas SMA juga sering yang minta aku bikinin poster, pin sama cocard dan untungnya waktu itu aku dapet photoshop cs3 portable dari sohib aku. jalan deh..gitu.

Gallery









































Contact Us


if you have any question and wanna be answered by us, then just leave your question in the comment box bellow

Behind The Name

welcome buddy!

Do not ever ask about the name of this blog url because I was tired of explaining. But this time I will explain for the last time.

well so ..

NGELMUIKU.BLOGSPOT.COM

why ngelmu iku?
why not look for something else is more cool?
why not use your own name like most blogs?
why ...
why ...
why ...
[Keep the questions at the end of the explanation]

 
I started blogging when he first saw the blog from my high school friend named Dhini Pramesti. Here I started to get visions and direct I register on blogger. My first name url is over magic. but after a run long enough and began meeting with the national level competitions blog, I replaced it with the name NGELMU IKU to be relevant to the theme of race time. is a bit old-fashioned because it comes from the Java language and one of the 'song macapat' my favorite after durma. many who criticize this name. could anyone tell strange but I do not care.
 
Ngelmu iku kalakone kanthi laku. 
Lekase lawan kas, tegese kas nyantosani. 
Setya budya pangekese dur angkara
 
Meaning:
Ngelmu (science) can only be achieved with behavior (mujahadah), begins with a firm intention, the meaning of 'Kas' made ​​tranquil. Of faith to overcome all obstacles and evil temptations. (Mengadeg, 1975).
 Then I won the race and my blog is recognized society. critics began to disappear. now that there are only compliments and suggestions.
Until now I still use this name because it is easy to remember (especially Javanese) and unique-only one-

Here's some behind-the name of ngelmu iku.
the end.